22.51 | Posted in
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.
Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.

Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic).
Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan statistika pada suatu data.

Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif.

Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas.
Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri).

Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal.

Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count.

Hasil Quick Count LP3ES :
SBY AKAN MENJADI PRESIDEN BARU
20 September 2004
Pemilihan Presiden Putaran Kedua hari ini menghasilkan perolehan suara yang memastikan pasangan calon Susilo Bambang Yudhoyono - M. Jusuf Kalla akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia mendatang.

Pasangan ini memperoleh suara 61,2% sementara pasangan Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi memperoleh suara 38,8%
Perkiraan ini didasarkan pada Quick Count (penghitungan cepat) hasil pemungutan suara secara nasional yang dilakukan oleh LP3ES.

Dasar penghitungan ini adalah data yang diperoleh dari pemantauan dan pencatatan hasil penghitungan suara di 1.362 TPS, yang tersebar di seluruh Indonesia.

TPS-TPS tersebut dipilih secara acak menurut metodologi statistik yang sudah diterima secara internasional dan terbukti akurat di sejumlah negara dalam dua dekade terakhir ini, termasuk di Indonesia pada Pemilihan Umum bulan April dan Juli 2004 lalu.
Jumlah suara sah di TPS-TPS tersebut adalah 283.442

Margin of error perkiraan di atas adalah +/- 1,1 persen poin pada tingkat kepercayaan 95%.

Sumber : http://www.lp3es.or.id/program/pemilu2004/QCount_2Ind.htm

Sementara itu hasil resmi KPU :
Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan sejak hari Sabtu (2 Oktober 2004) malam hingga Senin (4 Oktober 2004) siang itu… diperoleh hasil bahwa jumlah suara sah seluruhnya ada 114.257.054 dan suara tidak sah 2.405.651,..
Quick Count

….pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - M. Jusuf Kalla ….memperoleh 69.266.350 (60,62%), sedangkan pasangan Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi…memperoleh 44.990.704 (39,38%).

Sumber : http://www.kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5532&Itemid=76

Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

Sejarah Statistika
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium ("dewan negara") dan bahasa Italia statista ("negarawan" atau "politikus").

Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)".

Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data".
Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris..

Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan.
Sejarah Statistika
Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama probabilitas.

Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil).

Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika..

Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya.
Sejarah Statistika
Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika

Meskipun ada kubu yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi orang lebih banyak menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya.

Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Konsep Dasar Statistika
Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi.

Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus.
Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi.

Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi.
Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan seluruh populasi.

Jika sampel yang diambil cukup representatif, maka pengambilan keputusan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan.

Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.

Apabila jumlah sampel yang diambil terlalu kecil :
Contoh: Seorang berusaha meneliti peluang munculnya angka 1 pada dadu bermata 6 dengan melempar dadu sebanyak 10 kali. Dari pelemparan tersebut, dia mendapatkan angka 1 muncul sebanyak 5 kali.
Lalu dia menarik kesimpulan peluang munculnya angka 1 pada dadu bermata 6 (yang seharusnya 1/6) adalah ½.

Konsep Dasar Statistika :
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya.
Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematis untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial:
1.Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan atau disimpulkan, baik secara numerik (rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafik sehingga didapatkan gambaran sekilas yang mudah dibaca dan bermakna.

2.Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.

Dua jenis penelitian: eksperimen dan survai
Tujuan umum bagi suatu penelitian berbasis statistika adalah menyelidiki hubungan sebab-akibat, dan lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada variabel respon (dependen) akibat berubahnya variabel penjelas (independen).

Terdapat dua jenis utama penelitian : eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada variabel penjelas (independen) dan perilaku variabel respon (dependen) akibat perubahan itu.
Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran.

Bisa juga perlakuan diberikan secara serentak dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula.

Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survai, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji.
Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai variabel diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian.
Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.

Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi (kajian mengenai pengajaran) , kedokteran masyarakat, dan industri.

Teknik-Teknik Statistika :
Beberapa pengujian dan prosedur yang banyak digunakan dalam penelitian antara lain:
1.Analisis regresi dan korelasi
2.Analisis varians (ANOVA)
dll

Statistika Terapan :
Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus.
Disiplin ilmu tersebut antara lain:
1.Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)
2.Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
3.Statistika Terapan
4.Statistika bisnis
5.Ekonometrika (applikasi statistik dalam ekonomi)
6.Psikometrika (applikasi statistik dalam psikologi)
7.Statistika sosial
8.Statistika teknik atau teknometrika
8.Fisika statistik
9.Demografi (kependudukan)
10.Statistika Terapan
11.Eksplorasi data (pengenalan pola)
12.Literasi statistik
13.Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)

Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu.
Kegunaannya bermacam-macam : mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data.

Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

Perhitungan statistika modern banyak dilakukan oleh komputer, dan bahkan beberapa perhitungan hanya dapat dilakukan oleh komputer berkecepatan tinggi, misalnya jaringan saraf tiruan.
Piranti Lunak Statistika
Revolusi komputer telah membawa implikasi perkembangan statistika di masa mendatang, dengan penekanan baru pada statistika eksperimental.
Piranti Lunak Statistika

Beberapa Piranti Lunak Statistika yang banyak digunakan antara lain:
1.MATLAB
2.Minitab
3.MS Excel
4.SPSS
5.Sumber Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika

Data Statistik :
Data statistik berdasarkan cara memperolehnya terbagi atas :
1. Data primer adalah data yang belum ada di obyek penelitian. Data primer biasa dikumpulkan melalui kuesioner.
2. Sedangkan data sekunder adalah data yang sudah ada, misalnya laporan keuangan atau dokumen.
Sumber Referensi
http://www.skripsizone.com

Data statistik merupakan suatu keterangan atau ilustrasi mengenai suatu hal yang dapat berbentuk kategori (data kualitatif), misalnya baik, buruk, rusak, puas, berhasil dan lain -lainnya, dan dapat berbentuk suatu bilangan (data kuantitatif).

Berdasarkan nilainya, data kuantitatif dapat dibagi menjadi dua, yaitu data diskrit & data kontinyu :
1.Data diskrit merupakan data hasil menghitung atau membilang (misalnya jumlah mobil 100 buah, jumlah anak 2 orang).
2.Data kontinyu merupakan data hasil pengukuran (misalnya tinggi badan 165 cm, jarak antar kota 25 km, luas tanah 450 m2).

Sedangkan menurut sumbernya dikenal dengan data internal dan data eksternal.
1.Data internal : Data yang didapat dari internal / sumber dalam.
Misalnya database keuangan internal suatu perusahaan.
2.Data eksternal : data yang didapat dari sumber luar.
Misalnya data yang didapat dari nara sumber langsung (primer) ataupun yang sudah tersedia di perpustakaan umum, universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan dan sebagainya (sekunder).

Sumber Referensi
http://ssantoso.blogspot.com/2009/03/statistika-induktif-pengantar.html
http://js.unikom.ac.id/rb/bab14_1.html


POPULASI DAN SAMPEL :
Secara umum, jika terdapat kesimpulan mengenai sesuatu hal maka diharapkan akan berlaku pada hal tersebut secara keseluruhan dan bukan hanya untuk sebagian saja.

Misalnya jika disampaikan bahwa rata-rata pendapatan mingguan keluarga di kota “Y” sebesar Rp. 150.000,- maka pernyataan (kesimpulan) tersebut diharapkan berlaku secara keseluruhan di kota “Y” dan bukan hanya berlaku di bagian wilayah kota “Y” (misalnya kecamatan tertentu saja) atau sering disebut sebagai “generalisasi”.

Sehingga untuk memperoleh data (mentah/ belum diolah) pendapatan mingguan kota “Y” tersebut dapat diperoleh dengan :
1. Data populasi
2. Data sample

Data Populasi : Apabila semua rumah tangga di kota “Y” dijadikan obyek penelitian atau didata semua.
Data sample : Hanya mengumpulkan data pendapatan rumah tangga per minggu di beberapa kecamatan saja.

Jika metode yang digunakan dengan cara pertama (data populasi), penelitian yang dilakukan dinamakan “sensus”, sedangkan cara kedua (data sampel) dinamakan metode “sampling”.

Yang perlu mendapatkan perhatian dalam menggunakan sampel penelitian adalah cara penentuan dan pengambilan sampel harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat mewakili atau menggambarkan data secara keseluruhan (data populasi).
Category:
��

Comments

0 responses to "STATISTIKA : PENDAHULUAN"